Mengetahui Beberapa Mitos dan Fakta Tentang Kanker


Di seluruh dunia, kanker adalah penyebab utama kematian. Pada saat yang sama, ada banyak mitos seputar kanker yang disalahpahami orang. Salah satu yang paling populer adalah gagasan bahwa kanker berarti kematian. Padahal, seiring dengan perkembangan dunia medis, kecepatan pemulihan terus meningkat. Dibandingkan beberapa dekade lalu, angka kesembuhan pasien kanker semakin meningkat. Jadi tidak ada salahnya membekali diri dengan pemahaman yang jelas tentang mitos dan fakta kanker untuk mengoreksi kesalahpahaman yang ada.

Mitos dan fakta tentang kanker

Kanker adalah istilah kolektif untuk sekelompok penyakit yang dapat menginfeksi bagian tubuh mana pun. Hal ini juga membuat orang mudah merasa bingung tentang apa sebenarnya penyakit ini. Sekarang saatnya untuk melihat mitos seputar kanker dan mencari tahu kebenarannya:

Mitos: Kanker berarti akhir

Ada mitos bahwa orang yang didiagnosis menderita kanker berarti mereka tidak lagi dinegosiasikan dan mereka akan mati. Padahal, pemahaman yang berkembang tentang kanker dan pengobatannya membuat angka kesembuhan terus meningkat. Selain itu, sebenarnya angka kesembuhan juga sangat berbeda tergantung jenis kanker yang diderita. Di Inggris, misalnya, tingkat kesembuhan kanker testis adalah 98%. Sedangkan angka kesembuhan kanker pankreas hanya 1%. Di seluruh dunia, kematian akibat kanker terus menurun. Perlahan tapi pasti. Antara 2001 dan 2017, tingkat kematian akibat kanker turun 1,5% per tahun.

Mitos: Kanker selalu datang kembali

Mitos dan fakta populer lainnya tentang kanker adalah asumsi bahwa ada kemungkinan kekambuhan bahkan setelah pemulihan. Terapi saat ini telah mencapai titik di mana sel-sel kanker telah sepenuhnya diberantas. Namun, perlu diingat bahwa dengan berbagai jenis kanker, peluang kesembuhannya juga berbeda. Waktu penyembuhan juga dapat bervariasi. Sehingga sulit untuk mengetahui apakah pasien sudah sembuh total atau masih berisiko kanker datang kembali. Tetapi di masa depan, kemajuan dalam pengobatan kanker akan lebih menekankan bahwa gagasan “kanker dapat kembali” adalah mitos yang tidak berdasar.

Mitos: Kanker itu menular

Mitos lain seputar kanker adalah gagasan bahwa kondisi ini menular. Namun, ini salah. Orang dengan kanker tidak dapat menularkannya kepada orang lain. Namun berbeda dengan beberapa jenis penyakit menular seksual seperti human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks, hepatitis B dan hepatitis C. Infeksi virus dapat menular ke ketiga penyakit tersebut di atas. Namun, kanker tidak.

Mitos: Penggunaan Ponsel Adalah Kanker

Sementara mitos seputar kanker adalah beberapa yang paling populer, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa ponsel dapat menyebabkan kanker. Muatannya adalah alat elektronik jenis ini memancarkan radiasi gelombang radio yang dapat diserap oleh tubuh.